Sekitar, Cerita, Gambar

Pada artikel berikut ini, kami menyajikan hasil wawancara via email dengan Young Kadeer, salah seorang partisipan yang ikut berkarya di punyavisual.wordoress.com. Wawancara santai ini seputar tentang pendapat Kadeer tentang visual, serta pengalamannya pertama kali menyadari sedang melakukan aktivitas dengan visual secara sadar.

Sedikit informasi tentang siapa Young Kadeer, dia memiliki nama asli Fibri Shabirin, merupakan anggota Kelompok Studi Kinetik, Surabaya, yakni sebuah komunitas yang aktif-produktif melakukan kajian dan produksi karya berbasis media. Kadeer bersama Kelompok Studi Kinetik juga pernah ikut berpartisipasi dalam lokakarya akumassa untuk daerah lokal Surabaya. Sebuah tulisan Kadeer di akumassa dapat dibaca di sini.

Berikut ini hasil wawancara dengan Kadeer, yang telah disesuaikan berdasarkan kepentingan referensi dan diskusi tentang visual. Selamat membaca!

***

fibri_20120628-1

Ketika menyebut atau mendengar kata visual, apa yang ada di dalam kepala lo?

Visual, tampak dan perkenalan.

Kapan pertama kalinya lo bersinggungan dengan visual secara sadar? (Dalam artian bahwa waktu pertama kali itu, lo sadar sedang ber-visual)

Mulai dari SD sampai sekarang, gue seneng liat kartun sama baca komik. Tapi kalau ditanya sejak kapan gue sadar sedang proses bervisual, waktu gue kelas 6 SD. Pas ngeliat temen sebangku gue rajin ngegambar kepala Goku (Dragon Ball) di tembok kelas, di buku pelajaran sampe buku diari cewek-cewek yang isinya biodata anak-anak sekelas. Gue ngiri banget tuh, akhirnya gue mulai coba-coba, deh gambar kepala si Nobita… Hehehe!

yk_20120705

Apa yang lo pahami dengan visual, seni visual, dan budaya visual?

Penyampaian sesuatu, melalui sesuatu pula (bentuk) yang tampak dan secara tidak langsung menurut gue bersumber dari pengalaman visual kita.

Medium visual apa yang sedang lo tekuni saat ini sebagai medium bermain dan belajar?

Gue masih asik doodlingan, kepikiran juga buat ngumpulin doodle-doodle temuan, dan ingin ada sesuatu yang gue pelajari dari itu.

Kadeer saat sedang menggambar di dinding ruangan kerja akumassa.

Kadeer saat sedang menggambar di dinding ruangan kerja akumassa.

Pada arsip punyavisual.wordpress.com, yang awalnya bernama diaryvisual.blogspot.com, yang digagas oleh Ageung, lo terlibat dalam penggagasan ide tentang proyek LDR atau Long Distance Relationship. Nah, bisa cerita panjang lebar (tidak sedikit) tentang ide itu gak? Ya, lebih kurang tentang ide atau wacana yang ingin dicapai dalam proyek itu, termasuk juga tata-cara atau (kalau bisa disebut sebagai) teknifikasi dari proyek itu…

Dari dulu, gue sama Ageung emang pengen bikin proyek bareng.  Mulai dari blog bebas sampai yang “LDR”. Kalo gue gak salah inget, itu pas kita lagi ngediskusiin (via online) “SSD”, proyeknya Ageung sama Maher di diaryvisual.blogspot.com yang sekarang bernama “Gambar Untuk Sinema” (proyek blog tersebut semakin dikembangkan Ageung, Zikri dan Lulus) di punyavisual.wordpress.com. Setelah diskusi ini-itu, akhirnya gue dan Ageung pengen bikin proyek bareng yang masih bersentuhan dengan gambar, tetapi dengan format berbeda dengan “SSD”. Kalau simpelnya, sih, seperti kita ngisi keseharian kita di buku diari, namun dalam bentuk gambar. Tercetus nama “LDR” dari  Mere yang tertarik dan gabung dalam proyek tersebut. “LDR”, karena memang kita tidak berkumpul di satu tempat yang sama, kita gambar sekitaran kita masing masing. Sambil berjalan, kita juga masih mencari formula khusus dan aturan main untuk ber-“LDR”

fibri_20120626

Nah, pada arsip proyek LDR di punyavisual.wordpress.com, kami melihat bahwa gambar-gambar yang selayaknya bercerita tentang keseharian adalah gambarnya Kadeer. Bagaimana pendapat lo tentang itu?

Kalau menurut gue, untuk layak atau tidak, apakah sudah atau belum gambar tersebut menceritakan keseharian, masih bersifat relative, sih. Soalnya, waktu itu gue sama Ageung ngerasa belom nemuin formula atau aturan main ber-“LDR”; indikasi tertentu sebuah gambar sudah bercerita keseharian juga belum jelas. Jadi, berjalan aja dengan… yah, kalo gue bilang, menggambar sesuatu yang tampak (dekat) dengan kita pada tanggal (hari) itu. Ageung dengan keseharian di Jakarta, begitu juga dengan gue di Surabaya dan partisipan lainnya.

Bisa kasih pendapat tentang narasi warga?

Pendapat gue tentang narasi warga, pengalaman-pengalaman kisah dan cerita baru yang menurut gue juga merupakan informasi dari warga

Mengapa senang mengambar? Atau, apa alasan yang mendorong lo untuk menarasikan keseharian melalui medium gambar, atau (secara lebih umum) medium visual?

Berangkat dari, secara sadar atau tidak, gue berdoodling, di situ gue corat-coret dari apa yang gue lihat atau gue dengar di sekitar gue berada.

Menurut lo, hebatnya visual itu apa sih?

Visual itu ajaib, mempersuasif!

fibri_20120625

Menurut lo, apa yang perlu dibenahi dari punyavisual.wordpress.com agar bisa mendapatkan perhatian lebih baik dan lebih banyak dari publik cyber? Mungkin lo ada ide atau gagasan baru untuk meningkatkan kualitas konten dari punyavisual.wordpress.com?

Yang perlu dibenahi adalah, dari punyavisual.wordpress.com ke punyavisual.org !!! Hehehe…! Mungkin, untuk teknifikasinya lebih gamblang lagi! Mau, dong diadain kelas buat belajar visual?! Hehehe! Terus, ada bedah visual, gitu…

Oke, deh! Sekian dulu pertanyaan dari kita. Terimakasih, Kadeer! #yangpentingpunyavisual

Sama-sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s